BreakingNews

  • Truk Tangki CV Teman Setia Muatan PKO Terjun Bebas Ke Parit
  • Paul Pogba Moncer di MU, Real Madrid Kembali Mendekat
  • Wanita Ini Ditelanjangi Istri Sah Ditengah Jalan Karena Sikat Suami Orang
  • Atasi Karhutla, Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau
  • Home
  • Pariwisata
  • Sosial, Seni dan Budaya
  • Daerah
    • Pekanbaru
  • Opini
  • Nasional
    • Sumatera Utara
  • Galeri Foto
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • More
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Galeri Foto
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Opini
  • Daerah
  • Sosial, Seni dan Budaya
  • Pariwisata
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Sumatera Utara
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
LSM DPW KOREK Riau Desak Aparat Usut Dugaan Perjalanan Dinas DPRD Rokan Hulu
Dibaca : 107 Kali
Bunga untuk Keadilan : Hinca Panjaitan Ajak Polres Karo Tebarkan Keharuman Pelayanan
Dibaca : 120 Kali
Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata, Perkuat Integritas Personel Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Dibaca : 128 Kali
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Berhasil Kumpulkan 600 Kantong Darah dari 2 Area Operasi
Dibaca : 127 Kali
Pelarian LM Kandas, Polres Pematangsiantar Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Emas Batangan di Pasar Horas
Dibaca : 169 Kali

  • Home
  • Politik

Mengingat dan Meneladani Hasil Muktamar NU ke 27 Situbondo 1984 

Redaksi

Selasa, 29 November 2022 - 12:37:52 WIB Di Baca : 5427 Kali
Cetak
Mengingat dan Meneladani Hasil Muktamar NU ke 27 Situbondo 1984 

Situbondo (Jatim), LPC

Pada Muktamar NU ke-27 di Situbondo 1984, Nadhlatul Ulama (NU) menegaskan kembali ke khittah sebagai Jamiyyah Diniyyah Ijtimaiyyah (Organisasi agama dan kemasyarakatan), bukan organisasi politik.

Diksi bukan sebagai organisasi politik ini ditegaskan oleh para pimpinan NU dengan maksud dalam politik praktis, NU tetap memperhatikan dan mempunyai tanggung jawab politik, yaitu politik kebangsaan. 

NU tegaskan kembali ke Khittah sebagai Organisasi agama dan Kemasyarakatan bukan Organisasi Politik. Ini Hasil Muktamar NU di Situbondo 1984. 

Bagaimana dengan saat ini ?

Studi pergeseran dari Politik Kebangsaan ke Politik Kekuasaan menurut Teori Fiqih Politik yang mana pada dasarnya, NU memandang politik sebagai upaya bersama memperbaiki negara dengan berwawasan kebangsaan.

Dahulu Terjun ke dunia politik (bukan politik praktis) pada masa kolonial merupakan kewajiban agama, sebab penjajah telah menginjak-injak martabat bangsa Indonesia dan inilah politik kebangsaan. 

Akar historis keterlibatan kyai NU dalam kegiatan politik (bisa dilacak) dimulai jauh ke belakang, yakni ke masa-masa penjajahan. 

Pergeseran kebijakan politik kebangsaan ke politik kekuasaan yang dilakukan kyai NU sangat terkait dengan masalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan posisi di pemerintahan dikala itu.

Saat ini pasca Kemerdekaan, Politik kebangsaan NU pengejewantahan tanggung jawab NU kepada bangsa dan negara untuk tetap mengawal perjalanan politik Indonesia agar tetap dalam rel kebangsaan yang telah disepakati bersama oleh para pendiri bangsa dengan ciri utama tetap mengutamakan keluhuran akhlak agar tercapainya kedamaian dan kesejahteraan rakyat.

Politik kebangsaaan merupakan cermin moderatisme NU dalam politik. Karena Politik kebangsaan adalah politik yang menitikberatkan bangsa sebagai individu-individu yang memiliki negara dan sekaligus agama sebagai pondasinya. Bukan politik nation melulu, bukan pula agama melulu. 

Sebab, kadang idealisme nasional terkesan mengabaikan agama, begitupula sebaliknya. Ditambah, keduanya kerap ditafsir jauh bukan untuk kemaslahatan bangsa. 

Sejatinya, sebuah negara didirikan atas kesepakatan bersama untuk tercapainya cita-cita bersama yaitu kemaslahatan semua bangsa. 

Mengutip Imam Al Mawardi dalam Al-Ahkam al Sulthaniyyah yang pernah mengatakan:

????? ??????? ????? ???? ?????? ????? ?????? ??????? ?? ????? ????? ??? ??????? ??? ???? ??????

“Negara adalah ashal yang kokoh dengannya kaidah-kaidah agama, teratur dengannya kemaslahatan ummat, sehingga terpeliharalah urusan-urusan rakyat” (Imam Al-Mawardi: Al-Ahkam al Sulthaniyyah, h.3, Daar al kutub al ilmiyyah, Beirut, 1436 H.)

Dalam pembukaan UUD 1945 pun disebutkan ada empat tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia: melindungi segenap bangsa Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. 

Maka politik kebangsaan yang dikembangkan NU merupakan politik yang paling sesuai dengan UUD 1945.

Partai-partai politik di Indonesia, dari jenisnya, bisa dikatakan memiliki dua poros utama yakni Nasional dan agama. 

Partai-partai nasionalis menitikberatkan perjuangan mereka terhadap nilai-nilai nasionalisme, sementara partai agama terhadap nilai-nilai agama. 

Politik kebangsaan NU berada ditengah antara nilai-nilai agama, dalam hal ini agama Islam aswaja annahdiyyah dan nilai-nilai nasionalisme. 

Titik berat politik moderatisme NU, sekali lagi bukan kepada negara atau agama melulu, tapi bangsa. 
Bangsa adalah individu-individu yang mendiami suatu kawasan dimana seseorang memiliki agama sekaligus memiliki nation. 

Maka berkebangsaan seperti inilah yang harus menjadi titik pangkal agar agama dan nation tetap melekat pada diri seorang warga negara. Karena politik yang hanya “nation melulu” adalah “politik bingkai kosong”, ibarat kosong dari lukisan yang indah.

Sementara politik agama adalah “politik kura-kura dalam perahu” yaitu politik yang kerap mengabaikan kenyataan multi agama yang ada di Indonesia. Dampaknya, muncul sikap saling curiga dan pemaksaan keyakinan agamanya kepada pemeluk agama lain.

Berbeda dengan dua model politik tersebut, politik kebangsaan yang diemban NU adalah politik yang berusaha memahami seluruh realitas bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, budaya, agar tercipta harmonisasi dan kesadaran kolektif akan hak dan tanggung jawab, saling percaya, toleransi dan saling menghargai sebagai sesama warga negara Indonesia.

Namun, politik kebangsaan NU juga bukanlah politik yang menafikan ajaran agama, bukan pula menjadikan nasional tidak penting, politik kebangsaan ini dijiwai oleh nilai-nilai luhur keduanya.

Prinsip demokrasi diantaranya adalah diselenggarakannya pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pemilu dalam politik kebangsaan NU harus dilaksanakan dengan jujur dan adil oleh penyelenggara pemilu. 

Kontestan pemilu harus berkompetisi dengan bermartabat, tidak menggunakan cara-cara yang berlebihan dalam kampanye, misalnya dengan menyebarkan berita bohong untuk menarik simpati pemilih, politik uang, dan manipulasi suara, apalagi yang mengarah kepada terjadinya perpecahan bangsa. 

Pemilu harus dimaknai hanya sebagai kontestasi rutin untuk mencari pemimpin, siapapun yang menang bisa berpotensi membawa kemajuan yang diimpikan atau sebaliknya selama lima tahun. 

Sehingga dalam memilih pemimpin, sikap rasional sangat penting, bukan memilih karena hasutan, terlebih hanya karena diksi iman dan kafir.

Dengan demikian, politik moderatisme NU atau politik kebangsaan NU harus menjadi potret besar yang ditopang oleh pilar-pilar pendukungnya seperti sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi warga NU, sehingga NU dapat membawa ajian besar ini dengan tidak mudah dipengaruhi dan dibawa oleh kepentingan-kepentingan yang tujuan politiknya bertentangan dengan prinsip politik kebangsaan NU.

Demikianlah politik kebangsaan NU yang saya pikir perlu mendapat perhatian untuk terus diperjuangkan, demi terciptanya negara Indonesia yang kuat dengan ditopang oleh bangsa yang kuat pula.

Sekian wassalam Semoga Paparan singkat saya diatas sedikit menambah daya ingat dan wawasan kita sebagai generasi penerus agar bisa bermanfaat untuk sesama. 

Situbondo Senin 28 November 2022.

Penulis by: Ketua Umum LSM SITI JENAR yang Juga Pimpinan Perusahaan Media Online dan cetak yang tergabung dalam Sayap Media Sitijenarnews Group. 

(Red/Tim-Biro Pusat Sitijenarnews dan Headline-news) 


 Editor : ZA/SNst

Ikuti Lineperistiwa.com


Lineperistiwa.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Politik

Samuel Kristian Sitompul : Dari Revolusi Industri Hingga Era Digital, Nasib Buruh Dinilai Belum Banyak Berubah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:25:45 WIB

Pekanbaru (Riau), LPCSejarah gerakan perburuhan dunia bermula sejak Revol.

Politik

Sejarah Berulang: Srikandi Tapung Hulu Kembali Pimpin DPC PPP Kampar, Jasnita Tarmizi Targetkan Kembali ke Senayan 2029

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:25:08 WIB

Rohul (Riau), LPCDunia politik Kabupaten Kampar kembali mencatatkan lemba.

Politik

H Salman Kembali Nakhodai Partai Persatuan Pembangunan Kota Dumai

Ahad, 12 April 2026 - 23:19:04 WIB

Kota Dumai (Riau), LPCBertempat di Cititel Hotel, H Salman dipercaya kemb.

Politik

DPD Partai Perindo Dumai Buka Puasa Bersama 1446 H

Selasa, 18 Maret 2025 - 00:49:19 WIB

Kota Dumai (Riau), LPCPengurus DPD Partai Perindo Dumai menggelar acara b.

Politik

Polemik Pemilihan RT 06 Purnama Berakhir, Hasil PSU Dimenangkan Maryani

Ahad, 23 Februari 2025 - 11:40:21 WIB

Kota Dumai (Riau), LPC Peran Ketua RT sangat strategis sebagai jemba.

Politik

KPU Sumut Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024

Rabu, 05 Februari 2025 - 21:54:17 WIB

Medan (Sumut),  LPC Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Uta.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
DPC PRI Kota Dumai Resmi Finalisasi Struktur Kepengurusan
28 Juni 2026
Antisipasi Musim Rawan Karhutla, Babinsa Koramil 06/Merbau Perketat Pengawasan Wilayah Selat Akar
28 Juni 2026
Komsos di Kampung Pancasila, Babinsa Koramil 06/Merbau Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
28 Juni 2026
LSM DPW KOREK Riau Desak Aparat Usut Dugaan Perjalanan Dinas DPRD Rokan Hulu
28 Juni 2026
Cabai Tumbuh Subur, Bhabinkamtibmas Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Maksimal
28 Juni 2026
Bunga untuk Keadilan : Hinca Panjaitan Ajak Polres Karo Tebarkan Keharuman Pelayanan
27 Juni 2026
Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata, Perkuat Integritas Personel Sambut Hari Bhayangkara ke-80
27 Juni 2026
Warga Teluk Belitung Apresiasi Kampung Pancasila, Babinsa Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Gotong Royong
27 Juni 2026
Karhutla Jadi Ancaman Serius, Babinsa Koramil 06/Merbau Perketat Patroli di Desa Lukit
27 Juni 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Berhasil Kumpulkan 600 Kantong Darah dari 2 Area Operasi
27 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Usai Resmikan Fasilitas, Bhayangkari Sumut Salurkan 140 Set Meja dan Kursi untuk SD Terpencil di Karo
  • 2 Jatanras Elang Sakti Polres Tebing Tinggi Gagalkan Percobaan Pencurian di Gudang Logistik PLN
  • 3 Terbukti Unggul Dalam Inovasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Sabet 3 Juara di APQ Awards 2026
  • 4 Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pratu Hasibuan Sosialisasikan Larangan Membakar Lahan
  • 5 Serda C.J. Silalahi Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Melalui Kampung Pancasila
  • 6 Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Ziarah ke TMP Medan, Teguhkan Semangat Pengabdian dan Keteladanan Pahlawan
  • 7 Grebek Sarang Narkoba di Labura, Polisi Bongkar Lokasi Diduga Tempat Transaksi dan Konsumsi Narkotika

PT. PANTAU MEDIYA JAYA
Jalan Jendral Sudirman Gang Kuini No. 04 RT 08 Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota - Kota Dumai, Riau – Indonesia , Phone. 0812 6782 0353 - 08126838909
Email: redaksilineperistiwa@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Lineperistiwacom.com